DLHJOMBANG – Semarak Karnaval Mobil Hias Kabupaten Jombang pada Sabtu (22/8/2026) diikuti dengan aksi nyata menjaga kebersihan lingkungan. Usai kegiatan, Bupati Jombang bersama Wakil Bupati Jombang turun langsung memimpin pembersihan sampah sisa pelaksanaan karnaval.

Aksi bersih tersebut merupakan bentuk gotong royong dalam menjaga kebersihan ruang publik sekaligus memastikan kawasan yang menjadi rute karnaval kembali bersih setelah kegiatan berlangsung.

Kegiatan clean up turut melibatkan jajaran Forkopimda, Ketua TP PKK Kabupaten Jombang Yuliati Nugrahani bersama Ning Ema Ervina, Sekretaris Daerah Kabupaten Jombang, Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), relawan penggiat lingkungan, Satgas Penanganan Sampah Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Jombang, serta masyarakat.

Dari aksi pembersihan tersebut, sebanyak 1.070 kilogram sampah berhasil dikumpulkan setelah pelaksanaan Karnaval Mobil Hias pada 22 Agustus 2026. Jumlah tersebut setara dengan sampah yang dihasilkan oleh sekitar 2.675 orang atau 668 rumah tangga. Angka tersebut menjadi gambaran bahwa kegiatan yang melibatkan masyarakat dalam jumlah besar juga dapat menghasilkan timbulan sampah yang cukup signifikan.

Karena itu, pengelolaan sampah dan kesadaran untuk mengurangi sampah dari sumbernya menjadi bagian penting dalam setiap penyelenggaraan kegiatan masyarakat. Upaya menjaga kebersihan tidak hanya dilakukan setelah kegiatan selesai, tetapi juga perlu menjadi kesadaran bersama selama kegiatan berlangsung.

Aksi clean up yang dilakukan secara gotong royong menjadi bentuk kepedulian bersama dalam menjaga kebersihan lingkungan. Keterlibatan pemerintah daerah, petugas, relawan, peserta kegiatan, dan masyarakat menunjukkan bahwa kebersihan merupakan tanggung jawab bersama.

Apresiasi disampaikan kepada seluruh peserta, petugas, relawan, serta masyarakat yang telah berpartisipasi dalam aksi pembersihan dan turut menjaga kebersihan sepanjang rute karnaval.

Kemeriahan sebuah kegiatan akan semakin bermakna ketika kebersihan tetap menjadi bagian dari perayaan. Masyarakat juga diajak untuk terus mengurangi sampah dari sumbernya dan membuang sampah pada tempatnya.

Ada yang membersihkan, bukan berarti kita bebas membuang.

Mari bersama menjaga kebersihan lingkungan dan mewujudkan Jombang Resik.