DLH Jombang – Pelaksanaan Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Kabupaten Jombang, yang berlangsung pada 27–31 Agustus 2026, turut diiringi dengan pengelolaan sampah selama kegiatan berlangsung. Dalam kurun waktu lima hari tersebut, tercatat sebanyak 32.664 kilogram atau sekitar 32,7 ton sampah berhasil dikelola.

Pengelolaan sampah menjadi salah satu bagian penting dalam menjaga kebersihan dan kenyamanan lingkungan selama pelaksanaan Muktamar. Dengan berbagai aktivitas yang berlangsung selama lima hari, pengelolaan sampah dilakukan secara berkelanjutan selama kegiatan berlangsung.

Berdasarkan rekapitulasi pengelolaan sampah harian, jumlah sampah yang dikelola tercatat mengalami peningkatan dari hari ke hari. Pada 27 Agustus 2026, sampah yang dikelola tercatat sebanyak 1.930 kilogram. Selanjutnya, pada 28 Agustus tercatat sebanyak 4.760 kilogram, kemudian 5.347 kilogram pada 29 Agustus.

Jumlah tersebut kembali meningkat pada 30 Agustus, dengan sampah yang dikelola mencapai 8.577 kilogram. Sementara pada hari terakhir pelaksanaan, yaitu 31 Agustus 2026, tercatat sebanyak 12.050 kilogram sampah dikelola. Jika dijumlahkan, total sampah yang dikelola selama lima hari pelaksanaan Muktamar mencapai 32.664 kilogram, atau sekitar 32,7 ton.

Dari keseluruhan sampah yang dikelola tersebut, tercatat 8 persen tereduksi, sedangkan 92 persen masuk landfill. Data tersebut menjadi bagian dari rekapitulasi pengelolaan sampah selama rangkaian pelaksanaan Muktamar NU ke-35 di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas.

Pengelolaan sampah selama kegiatan tidak terlepas dari peran berbagai pihak yang terlibat dalam menjaga kebersihan lingkungan. Petugas kebersihan, panitia, relawan, peserta, serta seluruh pihak yang berada di lokasi kegiatan turut memiliki peran dalam mendukung terciptanya lingkungan yang bersih dan nyaman selama Muktamar berlangsung.

Capaian pengelolaan sampah tersebut bukan sekadar angka, tetapi menjadi gambaran dari adanya kerja bersama dalam menangani sampah yang dihasilkan selama kegiatan. Pengelolaan yang dilakukan secara konsisten selama lima hari menjadi bagian dari upaya menjaga kebersihan di tengah berlangsungnya kegiatan dengan aktivitas yang cukup padat.

Melalui momentum tersebut, kesadaran untuk mengelola sampah secara tepat juga penting untuk terus ditumbuhkan, tidak hanya pada kegiatan berskala besar, tetapi juga dalam kehidupan sehari-hari. Pengelolaan sampah dapat dimulai dari langkah sederhana, yaitu mengurangi timbulan sampah dari sumbernya, memilah sampah sesuai jenisnya, serta memastikan sampah dikelola pada tempat dan dengan cara yang tepat.

Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Jombang terus mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama meningkatkan kepedulian terhadap kebersihan dan pengelolaan lingkungan. Partisipasi masyarakat menjadi bagian penting dalam mendukung upaya menjaga lingkungan Jombang agar tetap bersih dan nyaman.

Terima kasih disampaikan kepada para petugas kebersihan, panitia, relawan, peserta, serta seluruh pihak yang telah turut berperan dalam menjaga kebersihan selama pelaksanaan Muktamar NU ke-35 di Kabupaten Jombang.

Bijak kelola sampah, mulai dari sumbernya. Bersama wujudkan Jombang Resik.