DLH Jombang - Dalam rangka memperingati Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) 2026, Tim Penggerak (TP) PKK Kabupaten Jombang turut ambil bagian melalui program Sampah Sayang. Kegiatan ini dihadiri oleh TP PKK tingkat kecamatan dan desa se-Kabupaten Jombang, serta dilaksanakan di Gedung PKK Pendopo Kabupaten Jombang pada Jumat, 13 Februari 2026.

Ketua TP PKK Kabupaten Jombang, Yuliati Nugrahani, bertindak sebagai pembina apel dalam kegiatan tersebut. Dalam sambutannya, beliau menegaskan bahwa persoalan sampah bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, melainkan tanggung jawab bersama yang harus dimulai dari keluarga.

TP PKK Kabupaten Jombang berkomitmen penuh mendukung Gerakan Sampah Sayang yang telah dicanangkan sejak tahun 2025. Melalui peran ibu-ibu, kader PKK, serta seluruh anggota keluarga, gerakan ini mendorong terbentuknya budaya baru di masyarakat, yaitu budaya memilah sampah, mengurangi timbunan sampah, serta mengelola sampah agar kembali bernilai guna.

“Tidak perlu menunggu sempurna, yang penting mulai dan konsisten, karena perubahan besar selalu berasal dari langkah kecil yang dilakukan bersama-sama.” Tegas Ketua TP PKK Kabupaten Jombang, Yuliati Nugrahani

Gerakan Sampah Sayang telah dilaksanakan secara serentak di seluruh kecamatan di Kabupaten Jombang. Berdasarkan laporan yang diterima, jumlah sampah anorganik yang berhasil terkumpul hingga saat ini mencapai 5.432,43 kg dalam kurun waktu satu bulan. Angka tersebut menjadi bukti nyata partisipasi aktif masyarakat dalam upaya pengurangan sampah.

Capaian ini menunjukkan bahwa kesadaran masyarakat Jombang terus tumbuh. Ketika masyarakat diberikan ruang, pendampingan, dan keteladanan, gerakan lingkungan dapat berjalan secara nyata dan berkelanjutan. Apresiasi disampaikan kepada Ketua TP PKK Kecamatan yang telah menggerakkan kader hingga tingkat desa untuk peduli terhadap pengelolaan sampah melalui program Sampah Sayang. Penghargaan juga diberikan kepada kader PKK, kader lingkungan, pengelola bank sampah, TPSR3, serta seluruh relawan yang menjadi garda terdepan perubahan perilaku masyarakat.

Ucapan terima kasih turut disampaikan kepada Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Jombang atas pendampingan teknis, dukungan sarana dan prasarana, serta sinergi yang telah terjalin dengan baik. Kolaborasi antara pemerintah daerah, PKK, perangkat desa, sekolah, pondok pesantren, dan dunia usaha menjadi kunci keberhasilan gerakan ini.

Momentum HPSN 2026 diharapkan tidak hanya menjadi peringatan seremonial, tetapi menjadi penguat komitmen bersama dalam mewujudkan Jombang yang aman, sehat, resik, dan indah sebagai budaya hidup sehari-hari. Upaya yang dilakukan hari ini diharapkan membawa manfaat bagi lingkungan, kesehatan, serta kesejahteraan generasi mendatang.