Budidaya Lingkungan Pondok Pesantren

Gontor Putri 3 Menuju Ponpes Berwawasan Lingkungan
Pondok Modern Darussalam Gontor Putri 3 yang berlokasi di Kabupaten Ngawi ini,  bertekad menjadi pondok pesantren yang berwawasan lingkungan.Dengan memperhatikan penghuni sebanyak 2000 orang santri, lokasinya yang terletak disekitar lahan pertanian dan hutan, maka potensi pencemaran dan kerusakan lingkungan relatif beresiko buruk terhadap iklim mikro di kawasan tersebut. Untuk dapat meningkatkan kualitas lingkungan hidup dan kapasitas SDM/kelembagaan lingkungan, maka PPEJ bersama Kantor Lingkungan Hidup (KLH) Kab. Ngawi, serta didukung oleh LSM Lestari (Yogyakarta) dan LPSM Binadaya Kasih (Magelang) melaksanakan kegiatan bertajun komunikasi lingkungan.

Kegiatan yang dikemas berupa kampanye, publikasi maupun pelatihan dilaksanakan  dalam rangka membangun komitmen terhadap kaidah-kaidah pengelolaan lingkungan yang dihadapi pondok. Untuk dapat mewujudkan Gontor Putri 3 menuju pondok pesantren yang berwawasan lingkungan sekaligus mewujudkan kesejahteraan lingkungan dalam kaidah ekonomi hijau, maka tema yang diusung adalah budidaya lingkungan. Dengan tema ini diharapkan pengelolaan lingkungan hidup yang dilakukan bertumpu pada karakter lokal sehingga mampu menciptakan siklus/mata rantai ekosistem kawasan sekitar pondok dan DAS Bengawan Solo.

KESIMPULAN
Secara umum permasalahan terkait lingkungan hidup yang dihadapi pondok Gontor Putri 3 adalah (1) pengelolaan air, baik air bersih, air limbah, maupun air hujan; (2) pengelolaan sampah, baik organik maupun anorganik; (3) kapasitas kelembagaan/SDM pengelola lingkungan.Setelah dilakukan identifikasi masalah dan pembahasan pemecahannya  menggunakan metode PRA (partisipatory rural apraisal), maka dapat disederhanakan solusinya adalah :
1.  INFRASTRUKTUR
a)    Penyempurnaan instalasi dan pengolahan air bersih;
b)    Pembuatan instalasi dan pengolahan air limbah (BIOGAS);
c)    Pembuatan sumur resapan (air Hujan);
d)    Penyediaan fasilitas pengelolaan sampah;
e)    Pemetaan dan penambahan RTH.
2.  SUPRASTRUKTUR berupa penguatan kapasitas SDM/kelembagaan pengelola lingkungan di kawasan pondok.

SARAN TINDAK
1,  Menumbuhkembangkan pola 3R (reduse, reuse, recycle) menuju kawasan zero waste;
2.  Menumbuhkembangkan pola pertanian organik menuju kawasan lumbung organik;
3.  Menumbuhkembangkan pola pengelolaan lingkungan yang terintegrasi (limbah cair, sampah dan RTH) menuju
pondok pesantren yang berwawasan lingkungan dalam mewujudkan ekonomi hijau;
4. Mewujudkan budidaya lingkungan dengan menerapkan prinsip berfikir global berperilaku lokal.

 

Untuk lebih lanjut, hubungi Wirjono Kabid IPSILH PPEJ.