Nirwasita Tantra

68piala-nirwasita-copy

Nirwasita Tantra adalah penghargaan dari Pemerintah yang diberikan kepada Kepala Daerah atas kepemimpinannya dalam merumuskan dan menerapkan kebijakan, dan/atau program kerja sesuai dengan prinsip metodologi pembangunan berkelanjutan guna memperbaiki kualitas lingkungan hidup di daerahnya. Penghargaan ini dinilai berdasarkan dokumen Status Lingkungan Hidup Daerah (SLHD), sekarang dokumen SLHD ini berganti menjadi Dokumen Informasi Kinerja Pengelolaan Lingkungan Hidup Daerah (DIKPLHD). Penghargaan Nirwasita Tantra merupakan piala bergilir yang dikompetisikan setiap tahun bagi seluruh daerah.

Dokumen Informasi Kinerja Pengelolaan Lingkungan Hidup Daerah, Dokumen ini terdiri dari 2 Buku, yaitu:
I. Buku I, yang berisi ringkasan eksekutif dari Informasi Kinerja Pengelolaan Lingkungan Hidup Daerah.
II. Buku II, adalah buku yang berisikan laporan utama informasi kinerja pengelolaan lingkungan hidup daerah. Laporan utama ini disajikan dengan melakukan hubungan kausalitas antara unsur-unsur penyebab terjadinya persoalan lingkungan hidup, status, dan upaya pemerintah daerah untuk memperbaiki kualitas lingkungan.

Dalam bagian laporan utama terdapat isu prioritas, yaitu isu utama yang menjadi prioritas dalam memperbaiki kualitas lingkungan hidup di daerah. Penetapan isu prioritas didasarkan proses secara partisipatif yang melibatkan pemangku kepentingan di daerah. Proses penetapan isu prioritas wajib menggunakan pendekatan PSR (Pressure State and Response). Analisa Pressure State and Response memuat isu lingkungan hidup yang meliputi analisa tataguna lahan, kualitas air, kualitas udara, resiko bencana, dan perkotaan. Dalam bagian laporan utama ini juga memuat Inovasi Daerah dalam Pengelolaan Lingkungan Hidup. Bagian ini memuat inisiatif-inisiatif yang dilakukan oleh kepala daerah dalam upaya meningkatkan kualitas lingkungan hidup. Inisiatif yang dilakukan dalam bentuk peningkatan kapasitas lembaga daerah (seperti melalui APBD, peningkatan kapasitas personil, pengembangan jejaring kerja, peningkatan transparansi dan akuntabilitas kepada publik), dan inisiatif yang dikembangkan oleh masyarakat.

Untuk memperoleh penghargaan Nirwasita Tantra ini, dilaksanakan melalui beberapa tahap penilaian, yaitu penilaian di Tingkat Provinsi, Tingkat Ekoregion, dan Tingkat Nasional. Pada Tingkat Nasional penilaian dilakukan melalui 3 (tiga) tahapan, yaitu (1) tahapan penapisan, yaitu penilaian atas buku ringkasan eksekutif, dan validitas, akurasi, serta kejelasan data; dan (2) tahapan penilaian atas analisis hubungan kausalitas antara pressure – state – response; (3) tahapan diskusi panel. Berdasarkan hasil penilaian tersebut, selanjutnya ditetapkan 8 (delapan) nominator untuk setiap tingkatan pemerintahan provinsi, kabupaten, dan kota untuk memasuki seleksi tahap akhir (diskusi panel dalam bentuk presentasi kepala daerah).

19756786_1430827603680712_555953486244421437_n

Pada Tahun 2017, Untuk pertama kalinya, Kabupaten Jombang Jawa Timur masuk sebagai nominator Nirwasita Tantra Award untuk tingkat kabupaten bersama 12 Kabupaten nominator terbaik se Indonesia.

12 Kabupaten tersebut, diantaranya Tulungagung, Malang, Dharmasraya, Lumajang, Tanjung Jabung Timur, Kerinci, Lamongan, Sukoharjo, Madiun, Pesisir Selatan, Sleman dan Jombang.