Diskusi Praktek Penegak hukum Pengelolaan Sampah 2018

Jombang- Bersihkan bumi dari sampah plastik telah menjadi tema Hari Bumi atau Earth Day 2018 yang diperingati tiap 22 April. Bahkan, untuk hari lingkungan pada 5 Juni 2018, telah ditetapkan oleh United Nations Environment Programme (UNEP) tema tentang sampah, yaitu “Beat Plastic Pollution, If You Can’t Reuse It, Refuse It”.

Dinas Lingkungan Hidup mengadakan focus group Discussion (FGD) Praktek Penegak hukum Pengelolaan Sampah 2018 bersama  ERic – SWM, Ruang Meeting Rumah Makan Zam Zam Jombang,  Jl. KH. Hasyim Asy’ari No.211, Ceweng, Diwek, Kabupaten Jombang, Jumat 7 Desember 2018. Dalam Rapat ini hadir oleh Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Jombang  Ir. Yudhi Adriyanto, M.Si, Pewakilan Bagian Hukum Setda, PUPR Bidang SDA, Bappeda, Dinas  perkim, Dinas Kesehatan, Dinas Pendidikan, Satpol P, Dinas  Infokom, PKK Kabupaten , PKK Kabupaten, Penggiat Lingkungan dan mass  media serta kepala desa/ Lurah.

Pada Diskusi ini Kepala DLH mengatakan, penanganan sampah menjadi kewajiban bersama antara instansi, swasta, dan masyarakat. Sudah harus dengan langkah-langkah penegakan hukum atau law enforcement. Sebab, masalah sampah telah menjadi menyangkut masyakat luas, terutama berkaitan dengan sampah plastik,”

Mengutip data DLH, dengan asumsi tiap warga Jombang menghasilkan sampah sebesar 0,4 kg/hari, jumlah timbulan sampah di Jombang pada 2018 mencapai 503,45 ton perhari. Tahun 2019, sampah di Jombang diprediksi mencapai 505,53 ton perhari. Selama ini, sampah anorganik di Jombang dipilah & didaur ulang secara sangat terbatas dan sebagian besar ditimbun di TPA Dusun Gedang Keret, Desa Banjardowo. Dengan system timbun di kawasan TPA seluas 31 ha tersebut, usianya hanya mampu bertahan hingga 10 tahun mendatang. ’’Perlu sinergi antara pemerintah & masyarakat,’’ tegas Kepala Dinas LH.

Dan upaya yang telah dan terus dilakukan antara lain peningkatan kualitas & kuantitas bank sampah, TPS 3R (selama ini baru beroperasi di Desa Blimbing, Desa Rejoagung & Desa Mojoduwur). ’’Harapannya, pengurangan sampah sebelum masuk kawasan TPA dapat dilakukan secara maksimal, bahkan hingga nol persen.’’

Adapun  Berapa langkah – langkah yang diusulkan untuk peningkatan penegakan regulasi sampahsebagai berikut:

  1. Perlu diadakan pada hari-hari pengumpulan oleh petugas pengumpul sampah dan pemeriksa khusus,
  2. Perlu diadakan Control dan penyelidikan pembuang terbuka illegal,
  3. Menbuat Tim terpadu penegakan staf pengumpulan sampah perkotaan, insinyur, polisi
  4. Menggunakan kampanye public di media local dan radio tentang penegakan hukum sampah dan penyegaran kampanye  secara periodik terhadap isu – isu arus utama  penegakan
  5. Mengkoordinasikan tindakan antara instansi, misalnya, dalam penegakan peraturan untuk menangani pembuangan sampah illegal, pembakaran atau gerakan sampah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *