Tasyakuran Piala Adipura 2018 dilaksanakan di Dinas Lingkungan Hidup

Tasyakuran sederhana digelar Pemkab Jombang di Kantor Dinas Lingkungan Hidup atas penghargaan Piala Adipura yang berhasil diraih Kabupaten Jombang. “Tasyakuran ini adalah bentuk rasa syukur atas apa yang telah kita raih yakni penghargaan Piala Adipura dari pemerintah pusat,”kata Jufri, Asisten Bidang Perekonomian Dan Pembangunan saat memberikan laporan, Rabu (23/1/19) pagi.

Seperti diketahui, Kabupaten Jombang menerima penghargaan Piala Adipura. Penghargaan yang diserahkan Wakil Presiden RI Yusuf Kalla tersebut diterima Bupati Jombang pada acara penganugerahan Piala Adipura dan Green Leadership di Auditorium Manggala Wanabakti, Jl Jendral Gatot Subroto, Jakarta Pusat, Senin (14/01/2019) lalu.

Selain Bupati, Asisten dan Para Kepala OPD tasyakuran yang ditandai dengan potong tumpeng ini dihadiri ratusan para petugas kebersihan (pasukan kuning). Sebagai tanda terima kasih atas dukungannya dalam menciptakan kebersihan lingkungan, Bupati menyerahkan potongan tumpeng kepada perwakilan kader lingkungan dan petugas kebersihan.

Tak hanya itu, Bupati Hj.Mundjidah Wahab juga menyerahkan reward penghargaan kepada para petugas kebersihan (Pasukan Kuning) ini masing masing mendapat uang saku sebesar 500 Ribu Rupiah.
Pada kesempatan ini, Bupati juga menyerahkan hibah Bank Sampah beserta fasilitas pendukungnya kepada kader lingkungan desa sengon untuk mendukung program “Kampung Beriman” dan Yayasan Pondok Pesantren Tebuireng untuk mendukung Program Ecopesantren di Kabupaten Jombang.

Bupati Hj.Mundjidah Wahab mengatakan bahwa menjaga kebersihan dan linkungan bukan semata mata untuk mendapat penghargaan Piala Adipura saja, namun lebih dari itu. “Ini adalah salah satu cara untuk mewujudkan upaya pengelolaan lingkungan hidup yang lebih baik di Kabupaten Jombang. Ini seiring dengan visi dan misi Kabupaten Jombang yakni mewujudkan masyarakat berkualitas, religius dan berbudaya, Untuk mencapai visi BERSAMA MEWUJUDKAN JOMBANG YANG BERKARAKTER DAN BERDAYA SAING”tuturnya.

Bupati Hj.Mundjidah Wahab menyebut keberhasilan meraih Piala Adipura adalah hasil kerjasama semua pihak. Baik pemerintah, swasta, kader pegiat lingkungan, pasukan tenaga kebersihan, sekolah dan seluruh masyarakat kabupaten Jombang.

Menurut Bupati, Dengan dirahnya adipura tahun ini maka harus diupayakan pula untuk meraih kembali predikat kota adipura kencana seperti tahun sebelumnya karena itu harus ada upaya peningkatan fisik, non fisik serta adanya inovasi dibidang pengelolaan lingkungan hidup.

“Atas kerjasama bantuan dukungan moril materil tenaga dan pikiran seluruh stage holder tidak lupa pada kesempatan ini saya sampaikan terimakasih dan penghargaan yang tinggi kepada seluruh instansi dan masyarakat kabupaten jombang khususnya kepada pasukan kuning dan pasukan taman atas peran sertanya dalam mensukseskan program adipura dikabupaten jombang.

Terakhir, Bupati mengajak kepada seluruh elemen masyarakat untuk berpartisipasi untuk keberhasilan Kabupaten Jombang untuk mempertahankan anugerah kota adipura di tahun mendatang.
Untuk mendukung penanganan sampah di Kabupaten Jombang, menuju “Jombang Bebas Sampah 2025”.

Bupati Jombang juga melaunching Armada Compactor atau alat untuk memadatkan sampah. Menandai beroperasinya mobil ini, Bupati disaksikan para tamu undangan dan para pasukan kebersihan memecahkan kendi. “semoga mobil ini membawa manfaat dan petugasnya selalu diberi keselamatan,”ucap Bupati sesaat sebelum memecahkan kendi.

Kota Jombang Kembali Menerima Adipura

Kabupaten Jombang berhasil mempertahankan Piala Adipura. Tahun 2018 ini, Kabupaten Jombang kembali meraih penghargaan tertinggi di bidang lingkungan tersebut.

Dalam laporannya, Menteri Lingkungan Hidup Dan Kehutanan Siti Nurbaya mengatakan Piala Adipura diberikan kepada Kabupaten/kota yang berhasil meningkatkan kinerja dari tahun sebelumnya.

“Alhamdulillah, penghargaan ini adalah motivasi kita semua dalam mewujudkan Kabupaten Jombang yang berkarakter dan berdaya saing,” kata Bupati Jombang Hj.Mundjidah Wahab usai menerima penghargaan tersebut.

Menurut Bupati, penghargaan ini tak lepas dari kerja keras semua pihak. Mulai dari petugas kebersihan, pemerintah daerah, alim ulama beserta tokoh masyarakat, dunia usaha dan masyarakat. “Oleh sebab itu saya sampaikan terima kasih untuk semua pihak yang telah bekerja keras mempertahankan piala prestise ini,” ucap Bupati Mundjidah bangga.


Dengan diraihnya Piala Adipura tahun ini, Hj.Mundjidah Wahab, Bupati Jombang mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menyatukan tekad untuk terus membangun dan mempertahankan Predikat Kabupaten Jombang sebagai Kabupaten yang bersih, indah, nyaman dan sehat.

“Semoga kerja keras dan apa yang kita capai dapat memberikan manfaat kepada semua masyarakat. Dan jangan hanya puas begitu saja dengan penghargaan ini, atas penghargaan ini mari kita jadikan sebagai motivasi untuk menciptakan Kabupaten jombang yang bersih, sesuai dengan harapan kita semua,” terangnya.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Jombang, Yudi Adriyanto menambahkan, sebelum menerima piala, ada beberapa penilaian yang harus dilewati, yakni penilaian fisik, non fisik dan paparan kepala daerah.

Ditambahkan Yudi Adriyanto, bahwa fokus penilaian adalah pengelolaan sampah seperti Tempat Pengolahan Sampah (TPS) 3R (Reuse, Reduce and Recycle), TPST (Tempat Pengolahan Sampah Terpadu), hingga Tempat Pengolahan Akhir (TPA).

“Selain itu, kebersihan lingkungan juga menjadi perhatian para penilai, mulai dari saluran terbuka, jalan sampai dengan ruang terbuka hijau (RTH),” paparnya.


Penyerahan piala adipura dilakukan pada acara penganugerahan Piala Adipura dan Green Leadership di Auditorium Manggala Wanabakti, Jl Jendral Gatot Subroto, Jakarta Pusat, Senin (14/01/2019). Penghargaan Adipura diserahkan oleh Wakil Presiden Yusuf Kalla didampingi Menteri LHK Siti Nurbaya. (Humas)

Diskusi Praktek Penegak hukum Pengelolaan Sampah 2018

Jombang- Bersihkan bumi dari sampah plastik telah menjadi tema Hari Bumi atau Earth Day 2018 yang diperingati tiap 22 April. Bahkan, untuk hari lingkungan pada 5 Juni 2018, telah ditetapkan oleh United Nations Environment Programme (UNEP) tema tentang sampah, yaitu “Beat Plastic Pollution, If You Can’t Reuse It, Refuse It”.

Dinas Lingkungan Hidup mengadakan focus group Discussion (FGD) Praktek Penegak hukum Pengelolaan Sampah 2018 bersama  ERic – SWM, Ruang Meeting Rumah Makan Zam Zam Jombang,  Jl. KH. Hasyim Asy’ari No.211, Ceweng, Diwek, Kabupaten Jombang, Jumat 7 Desember 2018. Dalam Rapat ini hadir oleh Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Jombang  Ir. Yudhi Adriyanto, M.Si, Pewakilan Bagian Hukum Setda, PUPR Bidang SDA, Bappeda, Dinas  perkim, Dinas Kesehatan, Dinas Pendidikan, Satpol P, Dinas  Infokom, PKK Kabupaten , PKK Kabupaten, Penggiat Lingkungan dan mass  media serta kepala desa/ Lurah.

Pada Diskusi ini Kepala DLH mengatakan, penanganan sampah menjadi kewajiban bersama antara instansi, swasta, dan masyarakat. Sudah harus dengan langkah-langkah penegakan hukum atau law enforcement. Sebab, masalah sampah telah menjadi menyangkut masyakat luas, terutama berkaitan dengan sampah plastik,”

Mengutip data DLH, dengan asumsi tiap warga Jombang menghasilkan sampah sebesar 0,4 kg/hari, jumlah timbulan sampah di Jombang pada 2018 mencapai 503,45 ton perhari. Tahun 2019, sampah di Jombang diprediksi mencapai 505,53 ton perhari. Selama ini, sampah anorganik di Jombang dipilah & didaur ulang secara sangat terbatas dan sebagian besar ditimbun di TPA Dusun Gedang Keret, Desa Banjardowo. Dengan system timbun di kawasan TPA seluas 31 ha tersebut, usianya hanya mampu bertahan hingga 10 tahun mendatang. ’’Perlu sinergi antara pemerintah & masyarakat,’’ tegas Kepala Dinas LH.

Dan upaya yang telah dan terus dilakukan antara lain peningkatan kualitas & kuantitas bank sampah, TPS 3R (selama ini baru beroperasi di Desa Blimbing, Desa Rejoagung & Desa Mojoduwur). ’’Harapannya, pengurangan sampah sebelum masuk kawasan TPA dapat dilakukan secara maksimal, bahkan hingga nol persen.’’

Adapun  Berapa langkah – langkah yang diusulkan untuk peningkatan penegakan regulasi sampahsebagai berikut:

  1. Perlu diadakan pada hari-hari pengumpulan oleh petugas pengumpul sampah dan pemeriksa khusus,
  2. Perlu diadakan Control dan penyelidikan pembuang terbuka illegal,
  3. Menbuat Tim terpadu penegakan staf pengumpulan sampah perkotaan, insinyur, polisi
  4. Menggunakan kampanye public di media local dan radio tentang penegakan hukum sampah dan penyegaran kampanye  secara periodik terhadap isu – isu arus utama  penegakan
  5. Mengkoordinasikan tindakan antara instansi, misalnya, dalam penegakan peraturan untuk menangani pembuangan sampah illegal, pembakaran atau gerakan sampah

Dinas Lingkungan Hidup Jombang Ekspose Hasil Audit Lingkungan pada Dunia Usaha

Jombang – Pemkab Jombang sangat peduli terhadap perlindungan dan penegakan hukum terkait lingkungan agar tetap lestari serta terjaga kealamiannya yang disebabkan aktifitas dunia usaha, industry, rumah sakit ataupun sejenisnya. Melalui Dinas Lingkungan Hidup senin kemarin (26/11) bertempat di ruangan Soero adiningrat, menghelat kegiatan bertajuk “Ekspose Hasil Audit Lingkungan tahun 2018 dan Sosialisasi Penataan Laporan Periodik Semester” dengan Pembicara Imanuel  Kharisma dari DLH Propinsi  Jawa Timur.

Dari pengertian ini audit lingkungan untuk mengetahui potret keadaan lingkungan yang juga bermakna pemeriksaan komprehensif dalam sistem manajemen lingkungan dan dapat menbantu mencari langkah perbaikan guna meningkatkan performasi lingkungan berdasarkan kriteria yang telah ditetapkan. Pemkab jombang melalui DLH tiap tahun aktif mengaudit dunia usaha, industri, rumah sakit terhadap sistem manajemen lingkungan pelaksanaan produksi air bersih, penataan patuh terhadap perundang- undangan dan minimasi limbah.

Dalam paparannya, Imanuel menegaskan audit lingkungan merupakan alat manajemen yang meliputi evaluasi secara sistematik, terdokumentasi, periodik dan obyektif tentang bagaimana kinerja organisasi, sistem manajemen dan peralatan dengan tujuan memfasilitasi control manajemen, terhadap pelaksanaan upaya pengendalian dambak lingkungan dan pengkajian pemanfaatan kebijakan usaha atau kegiatan terhadap peraturan perundang-undangan tentang pengelolaan lingkungan.

“Harapannya dunia usaha, industri, rumah sakit proaktif dalam perlindungan lingkungan. Dengan demikian mereka meningkatkan efisiensi dan pengendalian emisi, polutan yang pada akhirnya dapat tingkatkan terhadap dunia usaha, industry, rumah sakit”, ujar Yudhi Adriyanto Kepada DLH Jombang melalui Kabid Gakum Dwi Ariyani.

Di akhir acara, diserahkan reward terhadap dunia usaha, industry, rumah sakit yang telah mentaati prosedur yang telah ditetapkan pemerintah. Sehingga dinyatakan memenuhi kriteria audit lingkungan dengan baik, yakni RS Muhammadiyah, RSJ Mojowarno, RS Airlangga, dan PT Mirolam Gemilang

Dinas LH Jombang Kendalikan Sampah Plastik JEC 2018


Pekan Lingkungan Hidup JEC 2018

JOMBANG – Aksi nyata mengendalikan sampah plastik di Jombang terus berlanjut. Kali ini giliran Dinas Lingkungan Hidup (DLH) yang bergerak bersama sekolah adiwiyata, dunia usaha & kelompok masyarakat kader lingkungan tingkat desa. Melalui pekan lingkungan hidup Jombang Eco Creative (JEC) pada 17 hingga 18 November di Taman Kebonratu, Desa Keplaksari, DLH mengajak dunia usaha, masyarakat & relawan untuk menumbuhkan budaya bersih & bijak mengelola sampah.

Bentuk kegiatan yang digelar antara lain Pameran 3R diikuti 24 peserta, Lomba Desain Tas 3R, Lomba Yel Yel Lingkungan untuk peajar & umum, Fashion Show 3R, Dialog Fikih LIngkungan serta Lomba Foto Lingkungan.
’’DLH & pemkab tidak bisa mengendalikan sampah sendirian. Butuh keterlibatan aktif masyarakat & dunia usaha. Dan semangat itu terus digaungkan tiap taun melalui even JEC ini,’’ ungkap Bupati Jombang, Hj. Mundjidah Wahab saat membuka JEC 2018, Sabtu (17/11) pagi.

Mengutip data DLH, dengan asumsi tiap warga Jombang menghasilkan sampah sebesar 0,4 kg/hari, jumlah timbulan sampah di Jombang pada 2018 mencapai 503,45 ton perhari. Tahun 2019, sampah di Jombang diprediksi mencapai 505,53 ton perhari. Selama ini, sampah anorganik di Jombang dipilah & didaur ulang secara sangat terbatas dan sebagian besar ditimbun di TPA Dusun Gedang Keret, Desa Banjardowo. Dengan system timbun di kawasan TPA seluas 31 ha tersebut, usianya hanya mampu bertahan hingga 10 tahun mendatang. ’’Perlu sinergi antara pemerintah & masyarakat,’’ tegas Mundjidah.

Sejumlah kendala yang dihadapi DLH dalam pengendalian sampah adalah terkait intervensi pengelolaan di lingkungan Lembaga Pemasyarakatan (LP) & pesantren. Dan upaya yang telah dan terus dilakukan antara lain peningkatan kualitas & kuantitas bank sampah, TPS 3R (selama ini baru beroperasi di Desa Blimbing, Desa Rejoagung & Desa Mojoduwur). ’’Harapannya, pengurangan sampah sebelum masuk kawasan TPA dapat dilakukan secara maksimal, bahkan hingga nol persen.’’

Adapun hasil JEC 2018 selengkapnya sebagai berikut. Untuk lomba pameran produk lingkungan, juara 1 diraih SMPN1 Tembelang, Juara 2 diperoleh SMPN 3 Peterongan & Bank Sampah Mak Karman Mojowarno mendapat Juara 3. Untuk lomba karya 3R, juara 1 diraih tim SMPN 2 Jombang (sapu dari botol air mineral), Juara 2 darei SMPN 2 Sumobito (Bunga dari botol minuman), juara 3 juga dari SMPN 2 Sumobito (helikopter). Untuk lomba desain tas belanja, juara 1 diraih tim SMPN3 Peterongan, juara 2 diraih SMPN 2 Jombang & Juara 3 didapat MTsN 16 Tembelang. Sedangkan lomba yel yel lingkungan kategori SD/SMP diraih masing-masing : SMPN1 Jombang (juara 1), SMPN1 Mojowarno (juara 2) & SMPN2 Jombang (juara 3). Untuk Fashion Show 3R kategori SD/SMP, pemenangnya adalah: Novedilla Salma (SMPN1 Jombang), Mentari Diva (SMPN3 Peterongan) & Ainul Izzah (SMPN 3 Peterongan). Kategori SMA/umum: Ayu Rizki (Desa Kepatihan), Santik Dwi (Bank Sampah Mak Karman Mojowarno) & Malfa Aprilia (Bank Sampah Jaya Abadi). Untuk lomba bank sampah, juara 1 diraih Desa Kepatihan, juara 2 Desa Kepatihan & juara 3 Desa Sambong. Untuk Lombah Fotografi juara 1 diraih Dzafy Indra Dari SMPN 1 Tembelang, juara 2 diraih 2 Olgi joviar Dari SMKN 1 Jombang & juara 3 Dari Bintang Islam Dari SMP Muh 1 Jombang. Perlu diketahui ajang JEC ini panitia tidak menyediakan air mineral dalam kemasan gelas dan botol, akan tetapi dalam kemasan galon. Hal ini agar masyarakat terbiasa menggunakan botol air minum isi ulang.

Aksi Bersih Sungai Gogor Desa Wonosalam Kecamatan Wonosalam

Aksi Bersih Sungai Gogor Desa Wonosalam Kecamatan Wonosalam

Dalam rangkaian Peringatan Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) tahun 2018, pada hari Minggu tanggal 25 Februari 2018, Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Jombang kembali mengadakan Aksi dan kampanye Peduli Sampah. Mengangkat tema “Sayangi Bumi, Bersihkan dari Sampah” dan Tagline #BersihBisaKok bersama dengan siswa sekolah dari 4 sekolah di Wonosalam yaitu SMPN 1 Wonosalam, MA Faser, MTSN Wonosalam dan SMKN Wonosalam, komunitas di Wonosalam dan masyarakat Wonosalam, Dinas Lingkungan Hidup mengadakan Aksi Bersih Sungai Gogor, Ds. Wonosalam Kec. Wonosalam (koordinat 7,702574 LS, 112,365078 BT). Aksi diikuti hampir 250 orang sepanjang radius 500 meter jalur sungai, dan terkumpul sampah ± 1.425 kg dan 70% terdiri atas sampah anorganik (plastic, kertas, popok bayi dan lain-lain). Dalam pernyataannya Kepala Dinas Lingkungan Hidup Ir. Yudhi Adriyanto, MSi menyampaikan kegiatan hari sampah diharapkan bukan cuma kegiatan seremonial, tetapi sebagai bentuk menumbuhkan partisipasi dan kepedulian bersama antara pemerintah, masyarakat, kelompok pendidikan dan swasta untuk berperan aktif dan bertanggungjawab mengelola sampah dengan upaya 3R (Reduce, Reuse dan Recycle). Pada kegiatan tersebut, Kepala Desa Wonosalam juga melakukan pemasangan papan himbauan larangan buang sampah di sungai sebagaimana Perda Kab. Jombang No 6 Tahun 2011 tentang Pengelolaan SampahDSC_0704

 

Aksi Bersih Sungai Wonosalam 1

Desa Mojokrapak Berseri 2014

Desa Mojokrapak Berseri 2014

DESA MOJOKRAPAK BERSERI 2014

KELEMBAGAAN DAN PARTISIPASI MASYARAKAT

Kebijakan dan Peraturan Desa/Kelurahan

Terkait pengelolaan lingkungan hidup dan pengelolaan Sumber Daya Alam, Pemerintah Desa melalui Keputusan Kepala Desa Mojokrapak telah mengeluarkan beberapa peraturan antara lain:

  1. Keputusan Kepala Desa Mojokrapak Nomer 188/06/415.58.11/2014 tanggal 8 Januari 2014 tentang Program Ketahanan Pangan dan Lingkungan yang mengatur pengembangan lingkungan permukiman dengan berbasis upaya pemanfaatan pekarangan yang ramah lingkungan dan dirancang untuk pemenuhan kebutuhan pangan dan gizi keluarga
  2. Keputusan Kepala Desa Mojokrapak Nomer 188/07/415.58.11/2014 tanggal 8 Januari 2014 tentang Pembentukan Bank Sampah Di Lingkup Desa Mojokrapak Kecamatan Tembelang yang menetapkan pendirian Bank Sampah di Desa Mojokrapak, Kecamatan Tembelang.

Organisasi Kader

Organisasi Kader yang terkait dengan pengelolaan lingkungan antara lain:

  • PKK
  • Karang Taruna
  • Kader Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL).

Program Kerja Kader

  1. PKK
  • Pelatihan keterampilan
  • Sosialisasi dan pembinaan kader tentang pemanfaatan tanah pekarangan dengan toga dan warung hidup dilanjutkan dengan gerakan penanaman halaman Kantor Desa.
  • Mendata dan memantau kegiatan di Posyandu secara rutin dan berkesinambungan
  • Membina dan memotivasi kader Posyandu dan Posyandu Lansia untuk meningkatkan kegiatan kesehatan di Posyandu
  • Penyuluhan penanggulangan kenakalan remaja dan narkoba.
  • Pemantauan jentik nyamuk dengan program Jumantik.
  1. Karang Taruna
  • Pengembangan wirausaha dengan agrobisnis dan pemanfaatan kerajinan dari produk 3R.
  • Pengembangan Olahraga, keagamaan dan seni.
  1. Kader Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL).

Optimalisasi pemanfaatan pekarangan untuk tanaman sayur dan pengembangan perikanan.

Anggaran Pengelolaan Lingkungan

Anggaran Pengelolaan Lingkungan yang digunakan di Desa Mojokrapak berasal dari:

  • Swadaya Masyarakat,
  • Anggaran Desa,
  • Anggaran APBD Pemerintah Propinsi dan Kabupaten Kabupaten.
  • Anggaran dari CSR Perusahaan (PT. Palosari Unggul Jaya)

Kerjasama pihak luar

  • Pembinaan dan Sosialisasi Pengembangan Tanaman Sayur bersama dengan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Propinsi Jatim.
  • Pembinaan Pengelolaan Sampah Organik dan Anorganik dengan Badan Lingkungan Hidup Kab. Jombang.

Pembinaan/pelatihan lingkungan hidup bagi Aparat

Pembinaan/pelatihan lingkungan hidup bagi Kader lingkungan

  • Pelatihan Pengelolaan Sampah Anorganik dengan 3R oleh Badan Lingkungan Hidup Kab.  Jombang.
  • Pelatihan Budidaya Tanaman Sayur

 

PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP

Pengelolaan Sampah 3 R (reuse, reduce, recycle)

  • Mengingat lahan yang masih sangat luas dan Iokasi Ds. Mojokrapak yang jauh dari TPA, tidak ada layanan pengangkutan sampah di TPS dan TPA. Sampah dikelola secara mandiri oleh warga masyarakat.

Sampah organic dikumpulkan dan dijadikan kompos dengan tong komposter yang ada atau dengan lubang barokah, sedangkan sampah anorganik disetorkan ke bank sampah yang ada.

  • Masyarakat telah memiliki kesadaran untuk tidak membuang sampah ke sungai
  • Bank sampah sudah mulai dirintis di Desa Mojokrapak dengan nama “MOJOKRAPAK BERSERI”, dan ditetapkan melalui SK Kepala Desa Nomer Nomer 188/07/415.58.11/2014 tanggal 8 Januari 2014. Saat ini jumlah nasabah sudah mencapai ± 40 orang.
  • Pemanfaatan limbah plastic sisa kemasan makanan ringan untuk tas dan kerajinan 3 R lain oleh Karang Taruna, Saat ini sedang dicoba pemasarannya di Singapura.
  • Pemanfaatan botol bekas dan limbah lain untuk pot media tanaman sayur organic.

Fasilitas Pengelolaan Sampah

  • Belum ada sarana prasarana pengelolaan sampah yang disediakan oleh Desa, tetapi masing-masing rumah tangga telah menyediakan secara swadaya. terutama tempat sampah.
  • Untuk mengolah sampah anorganik sudah dibentuk Bank Sampah yang ada di Dusun Bulak, sedangkan sampah organic dilakukan pengomposan dengan lubang barokah dan tong komposter.
  • Belum ada layanan sampah oleh Pemerintah Daerah.

Fasilitas Pembuatan Kompos

  • Telah terdapat tong komposter aerob, untuk mengolah sampah organik.
  • Secara tradisional dan sederhana, masyarakat sudah mengembangkan lubang barokah untuk pengolahan sampah organik.

Upaya Pembuatan Resapan Air Hujan

  • Telah dikembangkan dan dibuat lubang barokah di masyarakat. Lubang barokah yaitu lubang berukuran 1x1x1 meter yang digunakan dan berfungsi sebagai resapan air selain pengolahan sampah organic.

Ruang Terbuka Hijau (RTH)

Telah dilaksanakan penghijauan pada sisi jalan dan lahan terbuka privat. Penghijauan dilaksanakan dengan swadaya  masyarakat.

Pemanfaatan Lahan Pekarangan

  • Pemanfaatan lahan pekarangan dikembangkan untuk tanaman sayur pangan dan menjadi ciri khas rumah di Desa Mojokrapak. Pengembangan dilakukan melalui program Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL). Saat ini telah pengembangan tanaman sayur dilakukan terutama di wilayah Dsn Bulak, RW 1 dan RW 2, atau hampir 60 rumah.

 

  • Didirikan Kebun Bibit Desa (KBD) yang merupakan suatu kebun pembibitan tanaman pangan yang bisa ditanam di pekarangan rumah seperti tanaman sawi, bungkul, terong, cabe, bayam, dan lain lain, secara swadaya.

 

  • Untuk menghemat lahan pekarangan rumah yang sempit, dibuatlah sebuah inovasi lahan yang berupa Hidroponik yang ramah lingkungan

 

  • Pengembangan kolam budidaya ikan di lahan Kebun Bibit Desa.

 

  • Pengembangan kebun tanaman buah misal pisang, mangga dan lain-lain.

Pengolahan dan Pemanfaatan limbah Cair/Padat

Fasilitas Sanitasi (prosentase)

Masyarakat telah terpicu untuk membangun jamban keluarga secara swadaya.

Jumlah MCK Umum = –

Jumlah MCK Pribadi = 75% jumlah rumah telah memiliki MCK Pribadi atau 1.650 rumah dari 2.237 rumah.

 

PENGELOLAAN SUMBER DAYA ALAM

Upaya Penyelamatan Mata Air

Tidak ada sumber mata air di Mojokrapak, Kecamatan Tembelang.

Upaya Perlindungan Hutan

Tidak ada kawasan hutan di Mojokrapak, Kecamatan Tembelang

Upaya Perlindungan Sungai

       Adanya himbauan larangan buang sampah di sungai.

Upaya Perlindungan Pantai

Tidak ada pantai

Upaya Pengendalian Longsor

Tidak ada kawasan rawan longsor.

Upaya Perlindungan Tanah

Tidak ada

Upaya Perlindungan flora dan fauna

  • Pengembangan potensi perikanan local. Pengembangan kolam lele “dumbo” di beberapa lokasi dari dana swadaya yang dikelola oleh Karang Taruna, dan membagikan bibit lele untuk kolam pekarangan rumah warga.

Pemanfaatan Energi Alternatif

Tidak ada

Saka Kalpataru

Saka Kalpataru

Pada hari Rabu, tanggal 19 Nopember 2014, telah dilaksanakan pelantikan Saka Kalpataru yang diinisiasi oleh Badan Lingkungan Hidup Kab. Jombang bersama dengan Kwarcab Pramuka. Pelantikan yang dihadiri oleh Asisten Sekretaris Daerah Kabupaten Jombang Alimuddin, SH selaku Mabi Kwarcab, Ketua Kwarcab Jombang M. Munif Kusnan, SH, MSi., Ketua Mabi Saka Kalpataru Sukar, SH, MSi dan perwakilan Pembina dan anggota pramuka Penegak dan Pandega.
Saka Kalpataru adalah satuan karya Pramuka tempat meningkatkan pengetahuan, pengalaman, ketrampilan dan kecakapan, kepemimpinan pramuka penegak dan pandega serta wadah untuk menanamkan kepedulian dan rasa tanggungjawab dalam mengelola, menjaga, mempertahankan dan melestarikan lingkungan untuk keberlanjutan generasi sekarang dan mendatang.
Pembentukan Saka Kalpataru berdasarkan atas hasil Musyawarah Nasional Gerakan Pramuka di Kupang Nusa Tenggara Timur melalui Surat Keputusan Musyawarah Nasional Gerakan Pramuka Nomor : 13/MUNAS/2013 pada tanggal 5 Desember 2013, dan dilaksanakan di Jombang dengan Keputusan Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Jombang Nomor 07 tahun 2014.
Satuan karya Pramuka Kalpataru yang disingkat dengan Saka Kalpataru meliputi tiga (3) krida yaitu : Krida 3R (reduce, reuse, recycle), Krida Perubahan Iklim; dan Krida Konservasi Keanekaragaman Hayati.

Dalam sambutannya Ketua Kwarcab Jombang menyampaikan bahwa perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup perlu peran serta aktif masyarakat, terutama kelompok generasi muda yang berperilaku ramah lingkungan. Gerakan pramuka yang bersifat dinamis merupakan mitra muda yang strategis dalam perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup. Pembentukan saka kalpataru bertujuan untuk memberi wadah pendidikan dan pembinaan bagi pramuka penegak dan pramuka pendega untuk menyalurkan minat, mengembangkan bakat, kemampuan dan pengalaman dalam bidang pengetahuan dan teknologi serta ketrampilan khususnya yang berkaitan dengan substansi perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup (PPLH) yang menjadi bekal penghidupannya untuk mengabdi pada masyarakat, bangsa dan negara.

Dengan terbentuknya Saka Kalpataru, Kwarcab Jombang sangat berharap majelis pembimbing serta seluruh pengurus yang ada, mampu mencetak kader pramuka yang memiliki pengetahuan dan ketrampilan serta mampu berperan dalam mewujudkan kesadaran dan kepedulian terhadap lingkungan hidup, serta menumbuh kembangkan minat terhadap Saka Kalpataru di setiap kwartir ranting di seluruh wilayah Kabupaten Jombang.

Sedangkan Mabi Kwarcab menyampaikan tugas untuk kakak-kakak di kwarcab, mabi dan pamong Saka Kalpataru mengemas metode kepramukaan yang tidak membosankan dan agar selalu diperbaharui sesuai dengan perkembangan serta minat kaum muda

Setelah pelantikan dilakukan pembinaan Saka Kalpataru oleh Eka Naharuddin, ST dari BLH Propinsi Jatim dan Amirrudin dari LSM Ecoton.

Serah Terima Izin Lingkungan Bagi Kegiatan Lingkungan Industri Kecil (LIK) Daur Ulang Slag Alumunium

Serah Terima Izin Lingkungan Bagi Kegiatan Lingkungan Industri Kecil (LIK) Daur Ulang Slag Alumunium

LIPUTAN ACARA

SERAH TERIMA IZIN LINGKUNGAN BAGI KEGIATAN

LINGKUNGAN INDUSTRI KECIL (LIK) DAUR ULANG SLAG ALUMINIUM

DI KECAMATAN SUMOBITO DAN KESAMBEN

 

Sebuah langkah maju telah coba diambil oleh Badan Lingkungan Hidup Kabupatan Jombang, dalam upaya pengelolaan lingkungan dan pemenuhan legalitas hukum atas suatu kegiatan / usaha yang berdampak besar dan penting terhadap lingkungan. Bertempat di Ruang Suro Adiningrat – Sekretariat Kabupaten Jombang, hari Selasa, 23 September 2014telah berlangsung acara penandatanganan berita acara dan serah terima bantuan fasilitasi Dokumen Amdal Kawasan dan Izin Lingkungan bagi kegiatan daur ulang slag aluminium di Kecamatan Sumobito dan Kecamatan Kesamben.

Dihadiri langsung oleh Bupati, Wakil Bupati , Plt.Sekretaris Daerah Kabupaten Jombang , jajaran Muspika Kecamatan Sumobito dan Kesamben, SKPD terkait : BLH , BPP, PU Cipta Karya, Dinas Kesehatan, Disperindag Pasar, dan 136 pengusaha daur ulang aluminium yang tergabung dalam Assosiasi Pengusaha Aluminium Jombang ( ASPALINDO ) menyaksikan secara bersama-sama penandatanganan berita acara dan penyarahan  bantuan fasilitasi Dokumen Amdal Kawasan dan Izin Lingkungan tersebut.

Dalam laporan dan sekaligus sambutan dari Kepala Badan Lingkungan Hidup kabupaten Jombang –Sukar,SH,M.Si menyampaikan bahwa di Kabupaten Jombang khususnya di Kecamatan Sumobito dan Kesamben telah banyak berkembang usaha rakyat yang sebagian besar adalah usaha kecil yang memanfaatkan slag aluminium sebagai bahan baku, untuk di daur ulang menjadi batangan/lempengan aluminium yang bernilai ekonomis.Namun berdasarkan jenis bahan baku yang digunakan, maka aktivitas kegiatan / usaha masyarakat tersebut masuk dalam kategori kegiatan Pemanfaat Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun   ( LB3 ) sehingga harus dilengkapi dengan dokumen Amdal, sebagaimana diatur PP no.18/ 1999 tentang Pengelolaan Limbah Bahan Berbahaya dan Beracunpasal 43 (1) dan pasal 46 (2). Dalam UU No.32/2009 tentang perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup , pasal 22 disebutkan pula , bahwa Setiap usaha dan/atau kegiatan yang  berdampak penting terhadap lingkungan hidup wajib memiliki Amdal.

Dengan pertimbangan kesesuaian Tata Ruang Daerah dan kondisi kegiatan / usaha masyarakat yang terpusat di dua Kecamatan tersebut, maka disusunlah Amdal Kawasan.Disebut sebagai Lingkungan Industri Kecil (LIK) karena sebagian besar kegiatan/usaha  tersebut merupakan kegiatan rumahan / home industri dan berdasarkan RTRW Kab. Jombang dibatasi pada 2 wilayah Kecamatan tersebut.

Melalui APBD Kab. Jombang tahun anggaran 2013, BLH Jombang telah menyelesaikan kegiatan Penyusunan Amdal KawasanLIK ( Lingkungan Industri Kecil ) Daur Ulang Slag Aluminium di Kecamatan Sumobito dan Kecamatan Kesamben, hal ini dilakukansebagai pelaksanaanamanat UU 32 / 2009 pasal 32, dimana :

  • Pemerintah Daerah wajib membantu penyusunan amdal bagi usaha dan / atau kegiatan golongan ekonomi lemah yang berdampak penting terhadap lingkungan hidup.
  • Bantuan penyusunan amdal yang dimaksud adalah berupa fasilitasi biaya, dan / atau penyusunan amdal.

Adapun maksud dan tujuan yang ingin dicapai dalam kegiatan ini adalah :

Dengan izin lingkungan yang telah ada ini maka diharapkan masyarakat dapat melakukan aktivitas usaha secara legal dan berketetapan hukum.Izin lingkungan tersebut dapat digunakan bersama-sama oleh masyarakat  pelaku usaha, sebagai perizinan dasar untuk proses pengurusan kelengkapan perizinan kegiatan/ usaha yang lainnya.

Dokumen Amdal dan semua kewajiban yang tersebut dalam Izin lingkungan adalah sebagai panduan komitmen para pelaku usaha di Lingkungan Industri Kecil Kec. Sumobito dan Kesamben, untuk melakukan pengelolaan dan pemantauan lingkungan guna menanggulangi dampak lingkungan yang ditimbulkan dari aktivitas kegiatan / usaha daur ulang aluminium.

Terkait pelimpahan Ka. BLH Jombang menyampaikan pula bahwa izin lingkungaan adalah merupakan bagian penting dari kegiatan ini, mengingat produk Izin Lingkungan yang diterbitkan dari Unit Pelayanan Perizinan Terpadu Prop. Jawa Timur, masih atas nama Kepala Badan Lingkungan Hidup Kabupaten Jombang selaku pemrakarsa kegiatan.

Maka selanjutnya diperlukan proses pelimpahan atas Dokumen Amdal dan Izin Lingkungan tersebut kepada pelaksana kegiatan, yang dalam hal ini diberikan kepada Assosiasi Pengusaha Aluminium (Aspalindo) dengan 136 pengusaha sebagaimana tercantum dalam dokumen Amdal, untuk dapat dipergunakan dalam mengurus kelengkapan perizinan usaha selanjutnya.

Dengan terbitnya Izin Lingkungan dari Amdal Kawasan LIK, yang dapat digunakan secara kolektif oleh 136 pengusaha, maka berdasarkan PP 27/2012 pasal 13 (2) huruf a , setiap pelaku usaha selanjutnya wajib melengkapi diri dengan dokumen UKL-UPL berdasarkan dokumen RKL-RPL Amdal Kawasan. Adapun pemeriksaan dan penilaian UKL-UPL tersebut masih menjadi kewenangan dari BLH Propinsi Jawa Timur. Untuk itu dapat disarankan, kegiatan ini dapatnya dilakukan secara bersama-sama atau kolektif.

Selanjutnya Izin lingkungan ini sangat penting dan berguna bagi para pelaku usaha , karena berdasarkan pasal 40 dalam UU 32/2009 disebutkan , bahwa :

  •        Izin lingkungan merupakan persyaratan untuk memperoleh izin usaha  dan/atau kegiatan.
  •        Dalam hal izin lingkungan dicabut, izin usaha dan /atau kegiatan dibatalkan.
  •      Dalam hal usaha dan/atau kegiatan mengalami perubahan, penanggung jawab usaha dan/atau kegiatan wajib memperbarui izin lingkungan.

 

Berdasarkan regulasi dan peraturan perundang-undangan yang saat ini berlaku, maka para palaku kegiatan / usaha khususnya para pelaku usaha pemanfaatan LB3 untuk dapat mematuhi dan melaksanakan segala ketentuan dan aturan perizinan yang wajib dilengkapi. Karena dalam UU 32/2009 telah jelas disebutkan ketentuan sanksi baik pidana maupun perdata, sebagimana diatur dalam pasal 109, yaitu :

Setiap orang yang melakukan usaha dan/atau kegiatan tanpa memiliki izin lingkungan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 36 ayat (1), dipidana dengan pidana penjara paling singkat 1 (satu) tahun dan paling lama 3 (tiga) tahun dan denda paling sedikit Rp. 1.000.000.000,00 (satu miliar rupiah) dan paling banyakRp. 3.000.000.000,00 (tiga miliar rupiah).

Maka melalui amanat UU 32/2009 inilah aparat penegak hukum dalam hal ini kepolisian dapat langsung melakukan tindakan penegakan hukum, terkait pelanggaran hal tersebut. Adapun pemerintah daerah berdasarkan pasal 76 UU.32/2009 akan melakukan penertiban dan dapat memberikan sanksi administratif hingga pembekuan dan pencabutan izin lingkungan, yang tentu akan berakibat pada penutupan / penghentian aktivitas kegiatan / usaha.

Adapun hasil arahan dalam Sidang Komisi Amdal Propinsi Jawa Timur yang telah melakukan penilaian atas Dokumen Amdal LIK Daur Ulang Slag Aluminium Di Kecamatan Sumobito Dan Kesamben, yang diikuti oleh Ka. BLH Jombang, perwakilan SKPD terkait, Perwakilan pengusaha / masyarakat dan Tim Teknis Komisi Penilai Amdal Propinsi Jawa Timur, telah diberikan arahan terkait hal-hal penting yang harus segera ditindak lanjuti oleh Pemerintah Kabupaten Jombang dan Pengelolan kawasan dalam hal ini adalah para pelaku usaha yang tergabung dalam Assosiasi Pengusaha Aluminium – Aspalindo, antara lain adalah sebagai berikut;

 

  1. Perlu adanya penataan kawasan untuk lokasi kegiatan usaha yang saat ini, sebagian besar masih menjadi satu dengan lingkungan pemukiman penduduk. Untuk ini pemerintah Kabupaten Jombang dan pengelola kawasan, menguapayakan penataan kawasan dengan membuat Master Plan dan DED ( Detail Enginering Desain ) Kawasan Lingkungan Industri Kecil Daur Ulang Slag Aluminium Sumobito dan Kesamben.
  2.  Dengan pertimbangan daya dukung dan daya tampung lingkungan, serta potensi dampak akumutatif yang dapat ditimbulkan dari aktivitas usaha terhadap kesehatan dan lingkungan, maka diperlukan kebijakan pengendalian / pembatasan atas kegiatan daur ulang aluminium. Saat ini telah ada 136 pengusaha yang berada di Kecamatan Sumobito dan Kesamben, dan diharapkan jumlah pengusaha tidak akan bertambah lagi, yang perlu dikendalikan melalui Tinjauan Evaluasi atas RTRW Kabupaten Jombang.
    •         Membuat Kajian Analisis Resiko Lingkungan untuk memantau dan mengukur Daya Dukung dan Daya Tampung                     Lingkungan, dari aktivitas kegiatan / usaha daur ulang slag aluminium di kec.Sumobito dan kec.Kesamben.
    •        Membuat Kajian Analisis Resiko Kesehatan, untuk memantau dampak akumulatif terhadap kesehatan di wilayah tersebut,   yang harus terpantau secara periodik.

Pada bagian akhir dari sambutannya,  Kepala Badan Lingkungan Hidup Kabupaten Jombang, mengharapkan kerjasama yang baik dari Aspalindo dan seluruh pengusaha aluminium, untuk dapat melaksanakan ketentuan dan kewajiban yang tercantun dalamIzin Lingkungan dan Dokumen Amdal tersebut.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Bupati Jombang Drs. Ec. Nyono Suharli Wihandoko , yang hadir dalam acara tersebut juga memberikan respon positif atas upaya yang telah dilakukan oleh BLH Jombang dalam memfasilitasi masyarakat guna melengkapi legalitas usaha tersebut. Dalam  arahannya  kepada seluruh pengusaha yang hadir, Bupati Jombang meminta kepada seluruh pelaku usaha daur ulang slag aluminium untuk senantiasa patuh dan memenuhi segala kewajiban yang harus dipenuhi sehingga kegiatan / usaha yang mereka jalankan dapat menjadi bagian dari upaya untuk kesejahteraan masyarakat Jombang pada umumnya.

 

Dwi Ariyani, SSi

Kasubid Tata Lingkungan dan Pengkajian dampak Lingkungan

Badan Lingkungan Hidup Kabupaten Jombang

Sekolah Adiwiyata Kabupaten Jombang Tahun 2013

Sekolah Adiwiyata Kabupaten Jombang Tahun 2013

 

  SEKOLAH ADIWIYATA KABUPATEN JOMBANG TAHUN 2013 – 2014
NO NAMA SEKOLAH KRITERIA PENGHARGAAN ADIWIYATA (TAHUN)
Kabupaten Propinsi Nasional Mandiri
JENJANG SD/MI
1 SDN Kepanjen 2 Jombang Tahun 2012 Tahun 2013
2 SDN Miagan Jombang Tahun 2012 Tahun 2013 Tahun 2013
3 SD Negeri Blimbing Gudo 1 Tahun 2013 Tahun 2014
4 MIN Pucangsimo B. Kedungmulyo Tahun 2013 Tahun 2014
5 SD Negeri Ceweng Tahun 2013
6 SD Negeri Sentul Tahun 2013
7 SDK Wijana Tahun 2013
8 SD Negeri Tanjung Gunung Tahun 2013
9 SDIT Al Umah Tahun 2013
10 SDN Tugu I Tahun 2013
11 SDN Jombang II Tahun 2013
12 SDN Jombatan IV Tahun 2013
13 SDN Jombatan V Tahun 2013
14 SD Plus Darululum Tahun 2014
15 SDN Kesamben 1 Tahun 2014
JENJANG SMP/ MTS
1 SMP 1 Diwek Tahun 2011 Tahun 2012
2 SMP 1 Tembelang Tahun 2012 Tahun 2013
3 SMP Negeri 1 Jombang Tahun 2013 Tahun 2013 Tahun 2013
4 SMP Negeri 3 Peterongan Tahun 2013 Tahun 2013 Tahun 2013
5 SMPN 1 Wonosalam Tahun 2013 Tahun 2013 Tahun 2013
6 MTsN Tambak Beras Tahun 2013 Tahun 2013 Tahun 2013
7 SMP Negeri 4 Jombang Tahun 2013
8 SMP Negeri 1 Gudo Tahun 2013
9 SMP Negeri 2 Jombang Tahun 2013 Tahun 2014
10 SMP Negeri 2 Mojoagung Tahun 2013
11 SMP Negeri 5 Jombang Tahun 2013 Tahun 2014
12 SMP Wakhid Hasyim Tebu Ireng Tahun 2013
13 SMP Negeri 2 Kabuh Tahun 2013
14 SMP Negeri 3 Jombang Tahun 2013
15 SMP Negeri 2 Tembelang Tahun 2013
16 SMP Negeri 1 Peterongan Tahun 2013
17 SMP Negeri 1 Ploso Tahun 2013
18 SMP Negeri 1 Jogoroto Tahun 2013
19 SMP Negeri 2 Megaluh Tahun 2013
20 SMP Negeri 1 Perak Tahun 2013
21 SMP Negeri 2 Peterongan Tahun 2013
22 SMP 1 Darululum Tahun 2013
23 SMP Negeri 1 Bareng Tahun 2014
24 SMP Muhammadiyah 1 Jombang Tahun 2014
25 SMP Negeri 2 Gudo Tahun 2014
26 SMP Negeri 2 Ngoro Tahun 2014
27 SMP Negeri 6 Jombang Tahun 2014
28 SMPK Wijana Jombang Tahun 2014
29 SMP Negeri 2 Mojowarno Tahun 2014
30 SMP Negeri 2 Bareng Tahun 2014
31 SMP Satap Jarak Wonosalam Tahun 2014
32 SMP Negeri 1 Mojoagung Tahun 2014
33 SMP Negeri 3 Mojoagung Tahun 2014
34 SMP Negeri 2 Ploso Tahun 2014
35 SMP Negeri 1 Kudu Tahun 2014
36 SMP Negeri 1 Kesamben Tahun 2014
37 SMP Negeri 1 Mojowarno Tahun 2014
38 MTSN Sentul Tembelang Tahun 2014
39 MTSN Denanyar Tahun 2014
40 MTSN Rejoso Tahun 2014
41 MTSN Tanjunganom Diwek Tahun 2014
42 MTSN Bakalan Rayung Tahun 2014
43 MTSN Keras Diwek Tahun 2014
44 MTSN Mojoagung Tahun 2014
45 MTSN Megaluh Tahun 2014
NO NAMA SEKOLAH KRITERIA PENGHARGAAN ADIWIYATA (TAHUN)
Kabupaten Propinsi Nasional Mandiri
JENJANG SMA/ MA/ SMK
1 MAN Jombang Tahun 2012 Tahun 2013
2 SMA 3 Jombang Tahun 2012 Tahun 2013 Tahun 2013
3 SMK Negeri 3 Jombang Tahun 2013 Tahun 2013
4 MAN Keboan Tahun 2013
5 SMAN 2 Jombang Tahun 2013
6 MAN Tambakberas Tahun 2013 Tahun 2014
7 SMAN 1 Jombang Tahun 2013 Tahun 2014
8 MAN Genuk Watu Tahun 2013
9 SMA PGRI 1 Jombang Tahun 2013
10 SMK PGRI 1 Jombang Tahun 2013
11 MAN 7 / Banjarsari Perak Tahun 2013
12 MAN Mojoagung Tahun 2013
13 MAN 5 Jombang Tahun 2013
14 SMK Wonosalam Tahun 2014
15 MAN Denanyar Tahun 2014
16 SMA Negeri 1 Mojoagung Tahun 2014
17 SMA Negeri Bandarkedungmulyo Tahun 2014
18 SMAN Ngoro Tahun 2014
19 SMA Muhammadiyah 1 Tahun 2014
20 SMAN Jogoroto Tahun 2014